Jakarta, 7 Mei 2026 – Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mempercepat pengerukan sungai dan saluran air di berbagai wilayah meski potensi fenomena El Nino mulai diperkirakan terjadi tahun ini. Langkah tersebut dilakukan setelah curah hujan di ibu kota masih cukup tinggi dalam beberapa pekan terakhir.
Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, menginstruksikan jajaran terkait untuk memperkuat upaya normalisasi sungai dan drainase guna mengantisipasi banjir serta genangan yang dapat muncul akibat cuaca yang tidak menentu.
Pengerukan dilakukan pada sejumlah kali dan saluran air yang mengalami pendangkalan akibat sedimentasi lumpur dan tumpukan sampah. Pemerintah daerah menilai kapasitas aliran air harus tetap dijaga agar mampu menampung debit air saat hujan deras turun.
Meski El Nino umumnya berkaitan dengan musim kemarau dan penurunan curah hujan, kondisi cuaca di Jakarta masih menunjukkan intensitas hujan di beberapa wilayah. Situasi tersebut membuat pemerintah tetap waspada terhadap potensi banjir lokal maupun genangan di kawasan padat penduduk.
Selain pengerukan sungai, Pemprov DKI juga memperkuat kesiapan pompa air, pintu air, serta personel lapangan untuk menghadapi kemungkinan cuaca ekstrem. Koordinasi dengan berbagai instansi disebut terus dilakukan agar sistem pengendalian banjir berjalan optimal.
Pemerintah daerah turut mengimbau masyarakat menjaga kebersihan lingkungan dan tidak membuang sampah ke sungai maupun saluran air. Kebiasaan tersebut dinilai menjadi salah satu penyebab utama tersumbatnya aliran air di kawasan perkotaan.
Pengamat lingkungan menilai langkah percepatan normalisasi sungai merupakan bagian penting dalam mitigasi banjir Jakarta. Namun, mereka juga mengingatkan perlunya penguatan kawasan resapan air dan penataan tata ruang kota secara berkelanjutan.
Warga di sejumlah wilayah rawan genangan berharap pengerukan dilakukan rutin dan merata, terutama di saluran lingkungan yang sering tersumbat saat hujan turun. Banyak masyarakat masih khawatir terhadap potensi banjir akibat perubahan cuaca yang sulit diprediksi.
Dengan langkah antisipasi tersebut, Pemprov DKI berharap sistem drainase dan aliran sungai di Jakarta tetap mampu menghadapi perubahan iklim serta cuaca ekstrem yang berpotensi terjadi sepanjang tahun ini.