Harta Listyo Sigit, Dedi Prasetyo dan Fadil Imran sebelum Dilantik ke Jabatan Baru

Jakarta, 2 Oktober 2026 – Tiga mantan petinggi Polri yang mendapat jabatan baru dari Presiden Prabowo Subianto tercatat memiliki kekayaan dengan nilai berbeda berdasarkan Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN). Mantan Kapolri Listyo Sigit Prabowo memiliki harta sekitar Rp15,34 miliar, mantan Wakapolri Dedi Prasetyo sekitar Rp13,05 miliar, sedangkan mantan Asisten Utama Kapolri Bidang Operasi Mohammad Fadil Imran sekitar Rp9,96 miliar. Ketiganya dilantik ke jabatan baru di Istana Negara, Jakarta, pada Kamis, 1 Oktober 2026.

Listyo Sigit Prabowo dilantik sebagai Kepala Kantor Staf Kepresidenan setelah mengakhiri masa tugasnya sebagai Kapolri. Dalam LHKPN periodik 2025 yang disampaikan pada 30 Maret 2026, total kekayaannya tercatat Rp15.344.596.369. Aset tanah dan bangunan miliknya berada di Semarang, Tangerang dan Jakarta Timur dengan nilai keseluruhan Rp6,15 miliar. Ia juga melaporkan harta bergerak lainnya Rp1,195 miliar serta kas dan setara kas sekitar Rp7,33 miliar.

Pada kategori kendaraan, Listyo tercatat memiliki dua unit Toyota Fortuner. Kendaraan tersebut masing-masing merupakan keluaran 2018 dan 2019 dengan total nilai Rp670 juta. Jika seluruh komponen aset tersebut dijumlahkan, kekayaan mantan Kapolri itu mencapai sekitar Rp15,34 miliar. Data tersebut merupakan kekayaan yang tercatat dalam laporan periodik sebelum dirinya menerima jabatan baru di lingkungan kepresidenan.

Sementara itu, Dedi Prasetyo yang sebelumnya menjabat Wakapolri dilantik sebagai Kepala Badan Reforma Agraria Nasional. Kekayaannya tercatat sebesar Rp13.047.500.000 atau sekitar Rp13,05 miliar. Sebagian besar berupa lima aset tanah dan bangunan yang tersebar di Madiun, Tangerang Selatan, Surabaya dan Palangka Raya dengan total nilai Rp10,35 miliar. Dedi juga melaporkan harta bergerak lainnya Rp320 juta serta kas dan setara kas Rp1,225 miliar.

Dedi turut mencatatkan lima kendaraan dengan nilai keseluruhan Rp1.152.500.000. Kendaraan tersebut terdiri atas Toyota Land Cruiser tahun 1998, Toyota Fortuner tahun 2021, Honda CRV tahun 2019, Honda Vario tahun 2017 dan Yamaha WR tahun 2021. Komposisi tersebut membuat tanah dan bangunan menjadi bagian terbesar dari kekayaan yang dilaporkannya. Data LHKPN memberikan gambaran mengenai posisi aset Dedi sebelum menjalankan jabatan barunya.

Adapun Mohammad Fadil Imran yang sebelumnya menjabat Asisten Utama Kapolri Bidang Operasi dilantik sebagai Wakil Kepala Badan Otorita Pengelola Pantai Utara Jawa. Fadil tercatat memiliki kekayaan Rp9.956.108.293 atau sekitar Rp9,96 miliar. Kekayaannya mencakup tiga aset tanah di Bekasi dan Bandar Lampung dengan nilai Rp3.138.760.000, serta Toyota Zenix tahun 2023 senilai Rp585 juta. Komponen lainnya berupa kas dan setara kas senilai Rp6.232.348.293.

Pelantikan ketiga mantan petinggi Polri tersebut berlangsung bersamaan dengan perubahan kepemimpinan di tubuh Kepolisian Negara Republik Indonesia. Presiden Prabowo melantik Komisaris Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto sebagai Kapolri menggantikan Listyo Sigit Prabowo serta Komisaris Jenderal Polisi Wahyu Hadiningrat sebagai Wakapolri. Dengan perubahan itu, Listyo, Dedi dan Fadil melanjutkan tugas pada lembaga negara yang berbeda setelah sebelumnya menempati posisi strategis di kepolisian.