Presiden Amerika Serikat Donald Trump dikabarkan melontarkan kritik keras kepada Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dalam sebuah percakapan yang kemudian diungkap melalui buku Regime Change: Inside the Imperial Presidency of Donald Trump. Dalam buku tersebut, Trump disebut menyampaikan kekesalannya terhadap sikap Netanyahu selama proses negosiasi gencatan senjata di Jalur Gaza.
Menurut isi buku tersebut, Trump menilai Netanyahu tidak memberikan respons yang memadai terhadap berbagai upaya diplomatik yang dilakukan Amerika Serikat. Dalam percakapan yang digambarkan berlangsung penuh ketegangan, Trump bahkan disebut mengatakan bahwa “semua orang Yahudi muak” terhadap Netanyahu, termasuk sejumlah tokoh Yahudi yang ikut dalam pembicaraan tersebut.
Laporan itu juga menyebut percakapan tersebut terjadi ketika pemerintahan Trump berupaya mendorong tercapainya kesepakatan gencatan senjata dan meredakan konflik di Gaza. Ketegangan antara kedua pemimpin disebut mencerminkan perbedaan pandangan mengenai langkah-langkah yang harus ditempuh untuk mengakhiri konflik.
Hubungan Trump dan Netanyahu selama ini dikenal mengalami dinamika. Meski pernah menunjukkan kedekatan politik, sejumlah perbedaan sikap dalam beberapa isu keamanan dan diplomasi di Timur Tengah disebut memicu ketegangan di antara keduanya.
Hingga kini belum ada tanggapan resmi dari pihak Netanyahu mengenai kutipan yang dimuat dalam buku tersebut. Isi percakapan itu berasal dari laporan para penulis buku yang mengklaim memperoleh informasi dari sumber-sumber yang mengetahui pembicaraan tersebut.
Terlepas dari kontroversi yang muncul, publikasi buku tersebut kembali menyoroti kompleksitas hubungan antara Amerika Serikat dan Israel, terutama dalam konteks upaya penyelesaian konflik di Timur Tengah. Pernyataan yang dikaitkan dengan Trump pun memicu perbincangan luas mengenai dinamika diplomasi kedua negara di tengah situasi kawasan yang masih bergejolak.