Jakarta, 7 September 2026 – Festival tradisional Nadam kembali digelar di Kabupaten Otonomi Mongolia Dorbod, Kota Daqing, Provinsi Heilongjiang, China timur laut, dengan upacara pembukaan berlangsung pada Minggu, 6 September 2026. Perayaan tahun ini merupakan penyelenggaraan Nadam ke-30 di Dorbod dan dipusatkan di arena pacuan kuda etnik Jihe. Berbagai pertunjukan budaya, kegiatan tradisional, olahraga, dan atraksi masyarakat dihadirkan untuk memperkenalkan kekayaan budaya padang rumput Mongolia kepada wisatawan. Pembukaan festival diwarnai penampilan pasukan berkuda, pemanah muda, pegulat Mongolia, musisi tradisional, hingga berbagai kelompok kesenian. Masyarakat setempat dan wisatawan memenuhi lokasi untuk mengikuti rangkaian kegiatan yang berlangsung dalam suasana perayaan musim gugur. Festival tersebut sekaligus menjadi salah satu agenda budaya dan pariwisata penting bagi Dorbod.
Nadam merupakan perayaan tradisional masyarakat Mongolia yang mempunyai hubungan erat dengan kehidupan masyarakat padang rumput. Festival ini sejak lama menjadi ruang berkumpul masyarakat untuk mengikuti berbagai kegiatan budaya dan olahraga tradisional. Berkuda, memanah, dan gulat Mongolia menjadi aktivitas yang sangat identik dengan perayaan Nadam. Ketiga kegiatan tersebut berkembang dari keterampilan yang mempunyai hubungan erat dengan kehidupan masyarakat nomaden dan tradisi padang rumput. Seiring perkembangan zaman, penyelenggaraan Nadam juga semakin banyak dilengkapi pertunjukan seni dan kegiatan pariwisata. Perayaan di Dorbod mempertahankan unsur tradisional tersebut sekaligus menghadirkan bentuk pertunjukan yang disesuaikan dengan perkembangan masyarakat modern.
Upacara pembukaan menampilkan para penunggang kuda yang bergerak dalam formasi sebagai salah satu atraksi utama. Kelompok pemanah muda juga berbaris memasuki arena, sementara para pegulat Mongolia tampil mengenakan pakaian tradisional. Sejumlah seniman memainkan alat musik etnik yang memperkuat nuansa budaya Mongolia sepanjang rangkaian pembukaan. Penampilan tersebut menjadi cara untuk memperlihatkan berbagai unsur kebudayaan dalam satu perayaan yang dapat disaksikan langsung masyarakat dan wisatawan. Selain mempertahankan unsur tradisi, penyelenggara juga menampilkan pertunjukan yang menggabungkan seni dengan unsur kontemporer. Perpaduan tersebut membuat Nadam tidak hanya berfungsi sebagai kegiatan olahraga tradisional, tetapi juga sebagai ruang pelestarian dan pengenalan budaya.
Festival tahun ini mengusung semangat perayaan musim gugur di kawasan padang rumput dengan tujuan melestarikan budaya, memperlihatkan perkembangan daerah, dan memperkuat kebersamaan masyarakat. Pembukaan dimeriahkan sejumlah pertunjukan musik dan tarian dengan karakter Mongolia. Sebanyak 36 kelompok dan kendaraan hias juga dijadwalkan tampil dalam rangkaian kegiatan untuk memperlihatkan kehidupan masyarakat dari berbagai bagian Dorbod. Salah satu pertunjukan yang menarik perhatian adalah perpaduan tari Andai tradisional dengan teknologi robot. Pertunjukan tersebut menghadirkan unsur budaya lama dan teknologi modern dalam satu panggung. Ribuan peserta juga dilibatkan dalam pertunjukan tari Andai dan tari sumpit yang menjadi bagian dari kemeriahan festival.
Atraksi berkuda mendapatkan porsi besar karena mempunyai posisi penting dalam budaya masyarakat Mongolia. Pada penyelenggaraan tahun ini, festival menghadirkan pertunjukan keterampilan berkuda dengan sejumlah manuver berkesulitan tinggi. Para penunggang memperlihatkan kemampuan mengendalikan kuda sambil melakukan berbagai gerakan di atas punggung hewan tersebut. Pertandingan pacuan kuda juga digelar dengan sejumlah kategori jarak, antara lain 1.000 meter, 2.000 meter, dan 5.000 meter. Selain perlombaan kecepatan, kegiatan kompetitif dilengkapi permainan tradisional yang berkaitan dengan kehidupan masyarakat padang rumput. Rangkaian pacuan kuda dijadwalkan berlanjut pada 7 dan 8 September sehingga pengunjung masih mempunyai kesempatan menyaksikan pertandingan setelah pembukaan.
Dorbod memiliki karakter budaya yang kuat karena merupakan wilayah otonom masyarakat Mongolia di Provinsi Heilongjiang. Daerah tersebut dikenal dengan bentang padang rumput dan kawasan perairannya sehingga mendapatkan julukan sebagai wilayah padang rumput dan perairan. Identitas tersebut menjadi salah satu modal pengembangan kegiatan budaya dan pariwisata setempat. Festival Nadam kemudian berfungsi sebagai kesempatan untuk memperkenalkan lanskap alam sekaligus tradisi masyarakat kepada pengunjung dari luar daerah. Wisatawan dapat menyaksikan pertandingan dan pertunjukan sekaligus mengenal kuliner serta kehidupan masyarakat lokal. Penyelenggaraan festival dalam skala besar juga memberikan aktivitas tambahan bagi sektor akomodasi, transportasi, perdagangan, dan usaha masyarakat.
Peningkatan kunjungan selama Nadam membuat layanan transportasi menuju Dorbod turut diperkuat. Operator kereta di wilayah Harbin menyiapkan konsep ruang wisata bergerak pada layanan kereta D6985 yang menuju kawasan tersebut. Nuansa budaya padang rumput dihadirkan sejak perjalanan melalui dekorasi, informasi mengenai sejarah Nadam, serta pertunjukan seni di dalam kereta. Mahasiswa dari perguruan tinggi etnik di Heilongjiang ikut menampilkan musik tradisional dan tarian Mongolia kepada penumpang. Pendekatan tersebut membuat pengalaman festival dimulai sebelum wisatawan tiba di Dorbod. Strategi tersebut sekaligus menghubungkan layanan transportasi dengan promosi kebudayaan dan pariwisata daerah.
Stasiun Dorbod juga disiapkan untuk menyambut peningkatan jumlah wisatawan. Area bertema Nadam dibuat di ruang tunggu sehingga pengunjung dapat mengenal berbagai destinasi dan pemandangan khas kawasan tersebut. Pengelola menyediakan latar foto berbentuk tiket peringatan festival serta menampilkan berbagai materi mengenai padang rumput Dorbod. Peta dan panduan wisata juga dibagikan untuk membantu wisatawan memperoleh informasi mengenai lokasi yang dapat dikunjungi. Pengaturan transportasi tersebut menjadi penting karena festival menarik masyarakat dalam jumlah besar ke lokasi penyelenggaraan. Pemerintah setempat juga menerapkan pengaturan lalu lintas pada sejumlah ruas jalan serta menyediakan layanan bus untuk membantu mobilitas pengunjung menuju arena pacuan kuda.
Penyelenggaraan Nadam memperlihatkan bagaimana tradisi dapat dipertahankan sambil disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat masa kini. Gulat Mongolia, memanah, berkuda, musik etnik, dan tarian tetap menjadi bagian utama yang memperlihatkan akar sejarah perayaan. Pada saat bersamaan, teknologi, layanan transportasi modern, promosi wisata, dan pertunjukan kontemporer digunakan untuk membuat festival semakin mudah dijangkau generasi muda maupun wisatawan. Pendekatan tersebut memungkinkan warisan budaya tetap hidup melalui partisipasi langsung masyarakat dan tidak hanya diperlihatkan sebagai peninggalan masa lalu. Generasi muda bahkan terlibat sebagai pemanah, penampil seni, maupun peserta kegiatan lainnya. Keterlibatan tersebut menjadi salah satu unsur penting dalam menjaga keberlanjutan tradisi dari satu generasi ke generasi berikutnya.
Festival Nadam ke-30 di Dorbod akhirnya menjadi lebih dari sekadar rangkaian pertandingan olahraga tradisional. Perayaan tersebut mempertemukan pelestarian kebudayaan, aktivitas masyarakat, pariwisata, dan pengembangan ekonomi lokal dalam satu agenda. Kehadiran wisatawan memberikan kesempatan kepada Dorbod untuk memperkenalkan karakter budaya Mongolia yang masih kuat di wilayah timur laut China. Rangkaian kegiatan yang berlangsung hingga 8 September memberikan ruang bagi pengunjung untuk menyaksikan pacuan kuda dan berbagai aktivitas lanjutan setelah upacara pembukaan. Perpaduan tradisi berkuda, memanah, gulat, musik, tarian, hingga teknologi modern menjadi ciri penyelenggaraan tahun ini. Melalui festival tersebut, Dorbod berupaya mempertahankan warisan budaya padang rumput sekaligus menjadikannya bagian dari kehidupan masyarakat dan pengembangan pariwisata masa kini.