Jakarta, 8 September 2026 – Lionel Messi resmi kembali masuk dalam daftar 30 pemain yang menjadi nominasi Ballon d’Or 2026 setelah tampil impresif bersama Inter Miami dan tim nasional Argentina sepanjang periode penilaian. Nama pemain berusia 39 tahun tersebut diumumkan pada Selasa bersama sejumlah bintang dunia seperti Kylian Mbappe, Harry Kane, Erling Haaland, Lamine Yamal, Jude Bellingham, Rodri, Vinicius Junior, dan Ousmane Dembele. Masuknya Messi menjadi perhatian karena pemilik delapan Ballon d’Or itu kembali bersaing setelah tidak tercantum dalam daftar kandidat pada dua edisi sebelumnya. Penampilan konsisten di level klub serta kontribusinya membawa Argentina mencapai final Piala Dunia 2026 menjadi faktor penting yang mengembalikan namanya ke persaingan penghargaan individu paling bergengsi tersebut. Messi kini memiliki kesempatan menambah koleksi Ballon d’Or menjadi sembilan apabila mampu mengungguli kandidat-kandidat lainnya. Pemenang akan diumumkan dalam malam penghargaan yang dijadwalkan berlangsung di London pada 26 Oktober 2026.
Kembalinya Messi ke daftar nominasi menjadi pencapaian tersendiri mengingat dirinya tidak lagi bermain di kompetisi elite Eropa. Sejak bergabung dengan Inter Miami, kapten Argentina tersebut tetap menunjukkan produktivitas tinggi sekalipun memasuki fase akhir karier profesionalnya. Sepanjang periode yang diperhitungkan, Messi membukukan total 75 kontribusi gol dalam 49 pertandingan bersama klub dan tim nasional. Catatan tersebut memperlihatkan bahwa pengaruhnya dalam pertandingan belum mengalami penurunan drastis meskipun usianya kini jauh lebih senior dibandingkan sebagian besar kandidat lainnya. Messi tidak hanya berperan sebagai pencetak gol, tetapi tetap menjadi pusat kreativitas melalui umpan, penguasaan bola, dan kemampuannya mengendalikan tempo serangan. Performa tersebut membuat dirinya kembali mendapatkan pengakuan dalam persaingan dengan pemain terbaik dari berbagai kompetisi dunia.
Piala Dunia 2026 menjadi salah satu bagian paling menonjol dalam perjalanan Messi selama periode penilaian. Argentina kembali melaju hingga pertandingan final setelah sebelumnya menjadi juara dunia pada 2022. Messi tetap menjadi salah satu figur penting dalam perjalanan Albiceleste meskipun akhirnya Argentina gagal mempertahankan gelar setelah dikalahkan Spanyol pada pertandingan puncak. Kemampuannya mempertahankan level permainan dalam turnamen terbesar sepak bola dunia pada usia 39 tahun memberikan nilai tersendiri dalam pembicaraan mengenai Ballon d’Or. Pengalaman dan kualitas teknisnya tetap memberikan pengaruh terhadap struktur permainan Argentina sepanjang turnamen. Keberhasilan mencapai dua final Piala Dunia secara beruntun sekaligus memperpanjang periode penting Messi bersama tim nasional setelah bertahun-tahun menjadi figur sentral Albiceleste.
Nominasi tahun ini merupakan yang ke-17 bagi Messi sepanjang kariernya, semakin memperkuat statusnya sebagai salah satu pemain paling dominan dalam sejarah Ballon d’Or. Ia pertama kali masuk dalam persaingan penghargaan tersebut ketika masih menjadi pemain muda Barcelona dan kemudian memenangkan trofi pertamanya pada 2009. Messi selanjutnya menjadi pemenang pada 2010, 2011, 2012, 2015, 2019, 2021, dan terakhir pada 2023. Delapan gelar tersebut membuatnya menjadi pemain dengan koleksi Ballon d’Or terbanyak sepanjang sejarah. Cristiano Ronaldo berada di belakangnya dengan lima kemenangan, tetapi nama pemain Portugal tersebut tidak masuk dalam daftar 30 kandidat tahun ini. Dengan demikian, peluang Messi memperpanjang rekornya menjadi sembilan trofi kembali terbuka meskipun persaingan pada edisi 2026 dinilai sangat ketat.
Messi bukan satu-satunya pemain Argentina yang berada dalam daftar kandidat. Penyerang Inter Milan Lautaro Martinez juga masuk dalam nominasi setelah menunjukkan performa penting bersama klub dan tim nasional. Kehadiran Messi dan Lautaro membuat Argentina memiliki dua wakil dalam persaingan Ballon d’Or tahun ini. Keduanya menjadi bagian penting dalam perjalanan Argentina di Piala Dunia 2026 dan memiliki karakter permainan yang berbeda. Lautaro lebih banyak beroperasi sebagai penyerang utama, sedangkan Messi menjalankan peran yang lebih bebas dalam membangun sekaligus menyelesaikan serangan. Kehadiran dua pemain tersebut memperlihatkan pengaruh Argentina masih cukup kuat dalam penghargaan individu dunia setelah era keberhasilan besar yang mereka bangun sejak menjuarai Copa America dan Piala Dunia pada periode sebelumnya.
Persaingan Messi untuk mendapatkan Ballon d’Or kesembilan dipastikan tidak mudah karena sejumlah kandidat mencatat musim luar biasa. Harry Kane menjadi salah satu nama yang mendapat perhatian setelah tampil produktif bersama Bayern Munich dan Inggris. Kane mencatat 73 gol dalam 65 pertandingan untuk klub dan negaranya serta membantu Bayern meraih sejumlah gelar domestik, sementara Inggris mencapai semifinal Piala Dunia. Erling Haaland juga kembali menjadi kandidat setelah menghasilkan 58 gol dalam 64 pertandingan bersama Manchester City dan Norwegia. Kylian Mbappe berada dalam kelompok unggulan setelah menjalani musim produktif bersama Real Madrid dan mencatat pencapaian besar di Piala Dunia. Selain mereka, pemain muda Barcelona Lamine Yamal tetap menjadi pesaing serius setelah terus menunjukkan perkembangan pada level klub dan internasional.
Ousmane Dembele juga kembali berada dalam daftar setelah memenangkan Ballon d’Or edisi 2025. Pemain Prancis tersebut menjadi salah satu dari banyak pemain Paris Saint-Germain yang masuk nominasi setelah klub ibu kota Prancis kembali menjalani musim kuat di Eropa. Selain Dembele, terdapat Achraf Hakimi, Khvicha Kvaratskhelia, Marquinhos, Nuno Mendes, Joao Neves, Willian Pacho, Fabian Ruiz, Dayot Upamecano, dan Vitinha dalam kelompok kandidat yang memiliki kaitan dengan PSG pada periode penilaian. Banyaknya pemain dari satu klub menunjukkan keberhasilan kolektif tetap menjadi salah satu faktor yang memberikan pengaruh terhadap daftar nominasi. Namun, kondisi tersebut sekaligus berpotensi membuat persaingan suara menjadi semakin terbuka karena kontribusi individu harus dibandingkan dengan pencapaian tim. Messi menghadapi situasi berbeda karena sebagian besar kekuatan pencalonannya berasal dari kombinasi performa bersama Inter Miami dan perjalanan Argentina di Piala Dunia.
Ballon d’Or 2026 juga memiliki makna khusus karena menjadi penyelenggaraan ke-70 sejak penghargaan tersebut pertama kali diberikan pada 1956. Untuk pertama kalinya, seremoni utama akan berlangsung di London Palladium, London, bukan di Paris yang selama ini identik dengan acara penghargaan tersebut. Pemilihan London dilakukan sebagai penghormatan terhadap Stanley Matthews, pesepak bola Inggris yang menjadi pemenang pertama Ballon d’Or. Sejak 2024, penyelenggaraan penghargaan dilakukan melalui kerja sama antara France Football dan UEFA. Selain kategori pemain terbaik putra dan putri, sejumlah penghargaan lain akan diberikan kepada pemain muda, penjaga gawang, pelatih, klub, dan penyerang terbaik. Seremoni pada 26 Oktober nantinya akan menjadi puncak dari proses penilaian terhadap pencapaian pemain sepanjang periode yang telah ditentukan.
Kembalinya Messi sekaligus menarik perhatian karena menunjukkan pemain yang berkarier di luar Eropa tetap dapat masuk dalam persaingan utama selama memiliki performa dan pencapaian internasional yang kuat. Dalam sebagian besar sejarah Ballon d’Or, kandidat teratas hampir selalu berasal dari klub-klub besar Eropa karena kompetisi seperti Liga Champions menjadi panggung utama penilaian kualitas pemain. Messi kini membangun sebagian besar perjalanan klubnya bersama Inter Miami di Amerika Serikat, tetapi penampilannya bersama Argentina memberikan panggung internasional yang sangat besar. Produktivitas bersama klub juga membuat namanya sulit diabaikan ketika daftar kandidat disusun. Apabila Messi akhirnya memenangkan penghargaan tahun ini, pencapaian tersebut akan menjadi salah satu kemenangan paling unik dalam sejarah Ballon d’Or karena diraih ketika dirinya sudah berusia 39 tahun dan bermain di luar sepak bola Eropa.
Keputusan akhir tetap akan ditentukan melalui pemungutan suara sebelum pemenang diumumkan pada 26 Oktober. Messi menghadapi generasi pemain yang jauh lebih muda sekaligus sejumlah penyerang yang menghasilkan statistik luar biasa sepanjang musim, sehingga statusnya sebagai pemegang rekor tidak otomatis menjadikannya favorit mutlak. Namun, kombinasi 75 kontribusi gol, performa bersama Inter Miami, dan keberhasilannya kembali membawa Argentina ke final Piala Dunia membuat namanya tetap memiliki dasar kuat untuk berada dalam persaingan. Nominasi ke-17 tersebut juga memperpanjang perjalanan luar biasa Messi dalam penghargaan yang telah mengiringi sebagian besar karier profesionalnya. Setelah terakhir mengangkat Ballon d’Or pada 2023, kini terbuka kemungkinan bagi sang kapten Argentina untuk kembali berdiri di panggung penghargaan tiga tahun kemudian. Jika mampu mengungguli Kane, Mbappe, Haaland, Yamal, Dembele, dan kandidat lainnya, Messi akan semakin menjauhkan rekor dengan menjadi pemain pertama dalam sejarah yang mengoleksi sembilan Ballon d’Or.