Jakarta, 2 Mei 2026 — Presiden Federasi Sepak Bola Iran, Mehdi Taj, gagal menghadiri Kongres FIFA setelah mengalami kendala saat tiba di Kanada. Insiden ini menjadi sorotan karena terjadi menjelang ajang besar FIFA yang tengah mempersiapkan Piala Dunia 2026.
Tertahan di Bandara Meski Punya Visa
Delegasi Iran yang dipimpin Mehdi Taj sebenarnya telah memiliki visa resmi untuk menghadiri Kongres FIFA di Vancouver. Namun, setibanya di Bandara Toronto, mereka ditahan oleh petugas imigrasi untuk pemeriksaan lebih lanjut.
Dalam proses tersebut, Taj dan rombongan ditanya terkait dugaan afiliasi dengan Korps Garda Revolusi Iran (IRGC), organisasi yang masuk daftar terlarang di Kanada.
Memilih Kembali, Batal Hadiri Kongres
Meski akhirnya diizinkan masuk, delegasi Iran memutuskan untuk tidak melanjutkan perjalanan dan kembali ke Istanbul. Mereka merasa perlakuan yang diterima tidak nyaman dan memilih mundur dari kehadiran di Kongres FIFA.
Keputusan ini membuat Iran menjadi satu-satunya anggota yang tidak hadir dalam pertemuan tahunan FIFA tersebut.
Isu Politik dan Keamanan Jadi Latar Belakang
Pemerintah Kanada memiliki kebijakan ketat terhadap individu yang memiliki hubungan dengan IRGC, yang dianggap sebagai organisasi teroris. Hal ini menjadi salah satu faktor utama yang memicu insiden tersebut.
Situasi ini juga mencerminkan ketegangan geopolitik yang turut memengaruhi dunia olahraga internasional.
FIFA Tetap Undang Iran
Meski terjadi insiden, FIFA menegaskan bahwa Iran tetap menjadi bagian dari komunitas sepak bola global dan diundang secara resmi ke Kongres tersebut. Namun, keputusan masuk atau tidaknya delegasi tetap berada di tangan otoritas negara tuan rumah.
Rencana Pertemuan Lanjutan
Setelah gagal hadir, Mehdi Taj mengungkapkan rencana untuk mengadakan pertemuan lanjutan dengan FIFA dalam waktu dekat. Pertemuan ini akan membahas berbagai isu, termasuk kesiapan Iran menuju Piala Dunia 2026.
Sorotan Jelang Piala Dunia 2026
Insiden ini terjadi hanya beberapa pekan sebelum Piala Dunia 2026 yang akan digelar di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko. Keikutsertaan Iran sendiri masih menjadi perhatian karena faktor politik yang menyertainya.
Sepak Bola dan Dinamika Global
Kasus ini menunjukkan bahwa sepak bola tidak sepenuhnya lepas dari dinamika politik global. Hubungan antarnegara dapat memengaruhi aktivitas olahraga, termasuk kehadiran delegasi dalam forum internasional.
Dengan situasi yang masih berkembang, publik kini menantikan langkah lanjutan dari Iran dan FIFA dalam menyikapi insiden ini, terutama menjelang turnamen terbesar dunia yang akan segera berlangsung.