Kediri, 18 September 2026 – Ribuan Persikmania kembali menjalankan tradisi memberikan dukungan langsung kepada Persik Kediri menjelang pertandingan bergengsi melawan Arema FC. Para pendukung Macan Putih memadati sesi latihan terakhir Persik di Stadion Brawijaya, Kota Kediri, Rabu, 16 September 2026. Kehadiran mereka menjadi bentuk dukungan kepada pemain dan tim pelatih sebelum menjalani Derbi Jawa Timur pada pekan ketiga Super League 2026-2027. Persik dijadwalkan bertandang ke markas Arema FC di Stadion Kanjuruhan, Kepanjen, Kabupaten Malang, Jumat, 18 September 2026 pukul 15.30 WIB. Meski memberikan dukungan besar sebelum keberangkatan tim, Persikmania diimbau tidak datang langsung ke Kanjuruhan. Panitia Pelaksana Arema FC meminta pendukung tim tamu menahan diri demi menjaga keamanan dan kelancaran pertandingan.
Kehadiran Persikmania dalam latihan terakhir bukan menjadi hal baru menjelang pertemuan Persik dan Arema. Tradisi tersebut telah dilakukan dalam sejumlah kesempatan ketika Macan Putih bersiap menghadapi rivalnya dari Malang. Pertandingan kedua klub dipandang mempunyai gengsi tersendiri karena sama-sama berasal dari Jawa Timur dan memiliki basis pendukung besar. Persikmania menggunakan kesempatan latihan terakhir untuk menyampaikan kepercayaan kepada pemain dan tim pelatih. Mereka berharap dukungan tersebut dapat memberikan tambahan energi ketika Persik bermain di kandang lawan. Target membawa pulang hasil positif dari Malang menjadi harapan yang disampaikan kepada Bayu Otto dan rekan-rekannya.
Pelatih Persik Kediri Marcos Reina memberikan respons positif terhadap kehadiran ribuan pendukung dalam sesi latihan. Pelatih asal Spanyol tersebut mengaku senang dapat merasakan secara langsung dukungan yang diberikan Persikmania kepada timnya. Menurut Reina, keberadaan suporter selama ini mempunyai peran penting dalam memberikan semangat kepada pemain ketika menjalani pertandingan. Dukungan sebelum Derbi Jawa Timur juga menjadi pengingat bahwa tim mempunyai tanggung jawab besar ketika memasuki lapangan. Reina berharap energi yang dibawa Persikmania dapat diterjemahkan menjadi motivasi tambahan bagi pemain. Persik pun berusaha mempersiapkan pertandingan dengan maksimal untuk menghadapi tekanan bermain di kandang Arema.
Persik juga telah mempelajari perubahan permainan Arema menjelang pertemuan kedua tim. Reina menilai Singo Edan masih memiliki sejumlah pemain yang pernah dihadapi Persik pada musim sebelumnya, tetapi pola permainannya mengalami perubahan. Kondisi tersebut membuat tim pelatih Macan Putih perlu menyesuaikan pendekatan agar mampu mengantisipasi kekuatan tuan rumah. Derbi Jawa Timur diperkirakan berlangsung dengan intensitas tinggi karena kedua kesebelasan sama-sama membutuhkan hasil pada fase awal kompetisi. Persik tidak hanya harus menghadapi kualitas pemain Arema, tetapi juga atmosfer Stadion Kanjuruhan yang diperkirakan didominasi pendukung tuan rumah. Persiapan taktik dan mental karena itu menjadi perhatian menjelang pertandingan.
Di sisi lain, Panpel Arema FC secara resmi mengimbau Persikmania untuk tidak melakukan perjalanan ke Stadion Kanjuruhan. Ketua Panpel Arema FC Bram Hady Sulton mengatakan langkah tersebut diambil untuk memastikan pertandingan berjalan aman dan lancar. Operator kompetisi memang mulai membuka kembali kesempatan bagi suporter tim tamu untuk menghadiri pertandingan tandang. Namun, Panpel Arema menilai penerapan kebijakan tersebut masih memerlukan proses adaptasi dan persiapan dari berbagai pihak. Pertandingan dengan rivalitas tinggi seperti Arema melawan Persik dinilai membutuhkan perhatian dan kesiapan lebih besar. Atas pertimbangan tersebut, pendukung Persik diminta menahan diri dan memberikan dukungan dari Kediri pada pertandingan kali ini.
Bram menegaskan Arema pada prinsipnya menyambut positif arah kebijakan yang memungkinkan suporter tandang kembali hadir di stadion. Kehadiran pendukung kedua tim dinilai dapat menjadi perkembangan positif bagi atmosfer kompetisi nasional apabila dilaksanakan dengan mekanisme yang matang. Namun, kesiapan pengamanan, koordinasi antarkelompok suporter, serta prosedur penyambutan pendukung tamu perlu dipastikan terlebih dahulu. Panpel tidak ingin proses transisi tersebut dilakukan secara tergesa-gesa, terutama pada pertandingan dengan tensi tinggi. Imbauan kepada Persikmania disebut sebagai langkah sementara sambil mekanisme kehadiran suporter tandang terus dimatangkan. Panpel berharap pada kesempatan mendatang pendukung tim tamu dapat kembali hadir dengan sistem pengamanan dan pengelolaan yang lebih siap.
Koordinasi juga dilakukan dengan Presidium Aremania Utas yang menangani hubungan antarsuporter serta jajaran kepolisian. Panpel Arema menyatakan komunikasi dengan berbagai pihak terus dilakukan untuk memastikan seluruh prosedur pengamanan sesuai standar. Persiapan tersebut mencakup kondisi di dalam stadion maupun pengaturan sebelum dan setelah pertandingan. Aremania dan Aremanita yang hadir di Kanjuruhan juga diharapkan menunjukkan ketertiban sebagai tuan rumah. Panpel meminta pendukung Arema memenuhi stadion dengan energi positif dan menghindari tindakan yang dapat mengganggu jalannya pertandingan. Ketertiban suporter dipandang menjadi bagian penting dalam membangun kesiapan kompetisi untuk kembali menerima pendukung tim tamu pada pertandingan-pertandingan berikutnya.
Penjualan tiket pertandingan Arema melawan Persik telah dibuka lebih awal sejak sepekan sebelum pertandingan. Kebijakan tersebut dilakukan setelah laga kandang pertama Arema melawan Isenmulang Kalteng FC hanya dihadiri 1.767 penonton meskipun Singo Edan menang 4-0. Panpel berharap Derbi Jawa Timur dapat menarik jumlah penonton lebih besar karena pertandingan melawan Persik mempunyai daya tarik dan rivalitas tersendiri. Di sisi lain, peningkatan jumlah penonton juga menuntut pengelolaan keamanan yang lebih matang. Proses masuk dan keluar stadion, pengaturan tribun, serta koordinasi dengan aparat menjadi bagian dari persiapan penyelenggara. Panpel berharap pertandingan dapat berlangsung kondusif sejak sebelum sepak mula hingga seluruh penonton meninggalkan kawasan stadion.
Bagi Persikmania, tidak hadir di Kanjuruhan berarti dukungan langsung kepada pemain dipusatkan pada kegiatan sebelum keberangkatan tim. Ribuan pendukung telah memanfaatkan sesi latihan di Stadion Brawijaya untuk menyampaikan semangat kepada para pemain. Tradisi tersebut sekaligus memperlihatkan kuatnya keterikatan antara tim dan basis pendukungnya menjelang pertandingan yang dianggap penting. Reina mengakui dukungan tersebut memberikan energi positif dan menunjukkan besarnya harapan yang dibawa pemain ketika menghadapi Arema. Para pemain kini harus membawa semangat tersebut ke lapangan tanpa dukungan langsung Persikmania dari tribun Kanjuruhan. Kondisi itu membuat aspek mental menjadi salah satu bagian penting dalam persiapan Macan Putih.
Derbi Jawa Timur antara Arema FC dan Persik Kediri akhirnya menjadi ujian bagi kedua tim sekaligus penyelenggaraan pertandingan pada masa transisi kebijakan suporter tandang. Persik datang dengan dukungan besar Persikmania yang telah disampaikan pada sesi latihan terakhir, sedangkan Arema akan memperoleh dukungan langsung dari Aremania di Kanjuruhan. Panpel meminta seluruh pihak menghormati imbauan mengenai pendukung tim tamu agar pertandingan dapat berlangsung aman dan tertib. Bagi Persik, target utama tetap membawa pulang hasil terbaik dari lawatan ke Malang. Arema pada saat yang sama berusaha memanfaatkan status tuan rumah untuk melanjutkan momentum positif di awal kompetisi. Pertandingan yang dimulai pukul 15.30 WIB tersebut akan menjadi salah satu laga yang mendapat perhatian pada pekan ketiga Super League 2026-2027.