Ichinomiya, 23 September 2026 – Ganda putra Indonesia Leo Rolly Carnando/Daniel Marthin gagal menyumbangkan kemenangan pada partai keempat babak perempat final beregu putra bulu tangkis Asian Games Aichi-Nagoya 2026. Leo/Daniel harus mengakui keunggulan pasangan Malaysia Aaron Chia/Tee Kai Wun melalui pertandingan tiga gim. Mereka kalah dengan skor 21-17, 16-21, 13-21 dalam pertandingan yang berlangsung selama 58 menit. Hasil tersebut membuat kedudukan Indonesia dan Malaysia menjadi sama kuat 2-2. Pertandingan pun harus ditentukan melalui partai kelima.
Leo/Daniel sebenarnya mampu membuka pertandingan dengan hasil positif pada gim pertama. Meski sempat mendapatkan tekanan dari pasangan Malaysia, mereka berhasil menjaga permainan dan merebut gim pembuka dengan skor 21-17. Situasi kemudian berubah pada gim kedua ketika Aaron/Tee mampu mengambil kendali sejak awal. Leo/Daniel kesulitan mengejar setelah tertinggal dan akhirnya kehilangan gim tersebut dengan skor 16-21. Pertandingan pun berlanjut menuju gim ketiga untuk menentukan pemenang.
Pada gim penentuan, pasangan Indonesia kembali menghadapi tekanan sejak fase awal pertandingan. Aaron/Tee tampil semakin percaya diri setelah berhasil menyamakan kedudukan pada gim kedua. Permainan cepat yang dikombinasikan dengan reli dan perubahan tempo membuat Leo/Daniel kesulitan mengembangkan pola serangan. Pasangan Malaysia terus mempertahankan keunggulan hingga akhirnya menutup gim ketiga dengan skor 21-13. Kekalahan tersebut membuat Indonesia gagal memastikan tiket semifinal melalui partai keempat.
Daniel mengakui dirinya bersama Leo tidak mampu mendapatkan awal permainan yang baik pada gim kedua dan ketiga. Kondisi tersebut memberikan kesempatan kepada pasangan Malaysia untuk membangun kepercayaan diri sekaligus mengendalikan pertandingan. Leo juga menilai Aaron/Tee mampu beradaptasi dengan karakter lapangan dan kondisi kok selama pertandingan. Pasangan Malaysia dinilai semakin nyaman ketika tempo permainan berubah setelah beberapa pukulan dalam reli. Situasi itu membuat mereka lebih berani dalam melakukan adu pukulan dengan pasangan Indonesia.
Sebelum Leo/Daniel turun, Indonesia dan Malaysia saling bergantian mendapatkan poin dalam tiga pertandingan pertama. Jonatan Christie yang tampil pada partai pembuka belum mampu memberikan angka bagi Indonesia. Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri kemudian menyamakan kedudukan setelah mengalahkan Goh Sze Fei/Nur Izzuddin melalui tiga gim 21-15, 19-21, 21-10. Alwi Farhan selanjutnya membawa Indonesia berbalik unggul 2-1 setelah menundukkan Justin Hoh dua gim langsung 21-19, 21-19. Kemenangan Leo/Daniel sebenarnya dapat langsung mengamankan tempat Indonesia di semifinal.
Namun, keberhasilan Aaron/Tee mengalahkan Leo/Daniel membuat Malaysia memaksakan pertandingan kelima. Indonesia kemudian menurunkan Mohammad Zaki Ubaidillah menghadapi Eogene Eon Ewe dalam partai tunggal putra penentu. Ubaidillah mampu menjalankan tugas tersebut dengan kemenangan dua gim langsung 21-11, 21-11. Hasil itu memastikan Indonesia menang 3-2 atas Malaysia. Tim beregu putra Merah Putih pun mengamankan tiket menuju babak semifinal Asian Games 2026.
Kekalahan Leo/Daniel menjadi salah satu bahan evaluasi bagi Indonesia meskipun tim akhirnya mampu melewati pertandingan perempat final. Persaingan melawan Malaysia memperlihatkan setiap partai memiliki peran penting dalam format beregu karena satu kekalahan dapat mengubah momentum pertandingan. Indonesia berhasil keluar dari tekanan setelah Ubaidillah memenangkan laga penentu dengan meyakinkan. Hasil tersebut membuat perjuangan tim putra Indonesia berlanjut dalam perebutan medali di Aichi-Nagoya. Fokus berikutnya diarahkan pada persiapan menghadapi babak semifinal dengan persaingan yang diperkirakan semakin ketat.